Back
Photo By: orangemagz.com

Ketika Koes Plus Dipenjara karena Bawakan Lagu The Beatles

November 01, 2017

Bicara soal musik Indonesia, Koes Plus adalah salah satu nama yang menjadi legenda. Band ini tidak hanya terkenal lewat lagu-lagunya, namun juga riwayat penangkapan personelnya, yang terjadi pada era Bung Karno. Kisah ini mungkin sudah populer di kalangan pengamat musik Indonesia, namun tidak pernah basi untuk diceritakan ulang serta dibahas.

Kisah Penangkapan Koes Plus

Peristiwa penangkapan grup band ini dimulai dengan undangan konser pribadi di rumah Kolonel Kusno, yang berlangsung pada tanggal 26 Juni 1945. Pesta tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat militer, termasuk atase militer Amerika Serikat. Saat itu, musik rock sedang populer di kalangan pejabat, dan Koes Plus diminta membawakan lagu-lagu rock Barat.

Ketika band tersebut mulai membawakan salah satu lagu The Beatles, rumah sang colonel mendadak dilempari batu. Rupanya, kehadiran band tersebut telah mengundang rombongan pemrotes. Kelompok tersebut meneriakkan slogan “Ganyang Ngak-Ngik-Ngol, Nasakom, dan Manikebu”. Istilah “ngak-ngik-ngok” sendiri merujuk pada musik Barat, termasuk rock.

Walau berhasil selamat dan sudah menyampaikan permintaan maaf, para personel band ini tetap dipenjara beberapa hari kemudian. Selain hukuman bui selama tiga bulan, alat musik mereka juga disita oleh polisi.

Mengapa Koes Plus Ditangkap?

Versi “resmi” dari kisah penangkapan tersebut mengungkap ketidaksukaan Soekarno akan budaya Barat, termasuk musik Amerika. Menurutnya, Indonesia tidak akan bisa menjadi negara mandiri jika masih mengekor kebudayaan luar negeri. Filosofi Soekarno pun disambut hangat oleh organisasi kerakyatan seperti Lekra, yang bahkan menciptakan manifesto seniman untuk mendukung kemandirian budaya Indonesia.

Akan tetapi, ternyata ada beberapa versi cerita di balik ditangkapnya Koes Plus. Salah satunya adalah teori bahwa anggota band tersebut sebenarnya akan dikirim ke Malaysia untuk menjadi mata-mata. Tujuannya adalah menyelidiki jika ada sentiment anti-Indonesia di Malaysia. Hal ini diungkap dalam buku berjudul Kisah dari Hati: Koes Plus  Tonggak Industri Musik Indonesia, karya Ais Suhana.

Koes Plus mungkin pernah mengalami hal tidak mengenakkan pada era bergejolak dalam sejarah Indonesia. Akan tetapi, lepas dari insiden dan teori yang menimpa Koes Plus, grup ini jelas telah menancapkan jejak mendalam di dalam dunia musik Indonesia.

 

Share this:
Sticky
Nov 01, 2017
Tags in

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

  • ABOUT US

    nada promotama

    Nada Promotama is a Promoter and Event Organizer company established in 2009, your one stop solution for event planning and coordination. It is our job to thoroughly coordinate and schedule the event so that you can concentrate on promotion and working for your show!

  • OUR ADDRESS

    Address

     Istana Pasteur Regency Block CRA 50 Bandung, West Java, Indonesia

    Phone

      +622 8606 5357

      +622 8606 5439

    Email

      info@nadapromotama.com

  • SUBSCRIBE

    Get instant updates about our new products and special promos!